Ramadan Produktif
SMK Sumbangsih Multimedia Buktikan Toleransi dan Ibadah Bisa Jalan Beriringan!
JAKARTA – Memasuki bulan suci Ramadan, suasana di SMK Sumbangsih Multimedia tampak jauh lebih religius namun tetap dinamis. Sekolah ini berhasil menyulap rutinitas belajar mengajar menjadi rangkaian ibadah yang bermakna tanpa mengesampingkan nilai-nilai inklusivitas.
Setiap pagi, aktivitas dimulai dengan Sholat Duha berjamaah dan Tadarus Al-Qur’an. Program ini dirancang agar para siswa tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga meningkatkan kecerdasan spiritual selama bulan suci.
Harmoni dalam Keberagaman
Satu hal yang menonjol di SMK Sumbangsih Multimedia adalah tingginya rasa toleransi. Di saat siswa Muslim menjalankan rangkaian ibadah Ramadan, siswa non-Muslim tetap melaksanakan kegiatan kerohanian bersama guru pendamping. Hal ini memastikan bahwa setiap siswa, tanpa terkecuali, mendapatkan penguatan karakter sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Puncak kegiatan harian ditutup dengan Sholat Dzuhur berjamaah di sekolah. Tak sekadar sholat, para siswa juga mendapatkan santapan rohani melalui Kultum (Kuliah Tujuh Menit) yang disampaikan secara bergantian, baik oleh guru maupun perwakilan siswa. Menariknya, setelah seluruh rangkaian ibadah tersebut selesai, para siswa diperbolehkan pulang lebih awal untuk beristirahat di rumah.
Apa Kata Mereka?
Perubahan jadwal dan padatnya program religi ini disambut positif oleh peserta didik
“Jujur, tadinya mikir bakal lemas sekolah sambil puasa. Tapi karena banyak kegiatan bareng seperti tadarus dan kultum, malah jadi nggak berasa nunggu waktu pulang. Kita juga senang karena teman-teman yang non-muslim tetap ada kegiatan sendiri, jadi semuanya tetap produktif,” ungkap Raezqi, salah satu siswa SMK Sumbangsih Multimedia.
Senada dengan hal tersebut, Kepala SMK Sumbangsih Multimedia yaitu Drs Akhmad Nidom menegaskan pentingnya keseimbangan antara ilmu dan adab selama bulan mulia ini.
“Kami ingin menjadikan Ramadan sebagai momentum transformasi diri bagi siswa. Meski pulang lebih awal setelah Sholat Dzuhur, kualitas pembelajaran tetap terjaga. Bagi kami, keberagaman di SMK Sumbangsih adalah kekuatan; saat yang Muslim bertadarus, yang non-Muslim juga memperdalam imannya,” jelas Kepala SMK Sumbangsih Multimedia.
Dengan berakhirnya rangkaian Kultum dan Sholat Dzuhur berjamaah, para siswa pulang dengan membawa ilmu baru dan hati yang lebih tenang, siap melanjutkan ibadah puasa hingga bedug maghrib tiba.
